Malangpariwara.com – MAN 2 Kota Malang menjadi tempat belajar bagi keluarga besar MTsN 1 Kota Kediri dalam menggali praktik baik pengembangan madrasah.
Melalui kunjungan pada Kamis (5/11/2026), rombongan mempelajari program unggulan, strategi peningkatan prestasi, hingga tata kelola kelembagaan.
Dipimpin Kepala MTsN 1 Kota Kediri, Anwar Fauzi, S.Pd., M.Pd.I., rombongan terdiri atas para wakil kepala madrasah, perwakilan guru dan tenaga kependidikan (GTK), serta 100 murid kelas IX.
Kedatangan mereka disambut Kepala Tata Usaha MAN 2 Kota Malang, H. Sugeng Winarto, M.Pd., yang mewakili Kepala Madrasah Dr. H. Samsudin, M.Pd.
Turut mendampingi Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana Dr. Gunawan, M.A., Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Alif Rifa’i, S.S., serta Ketua Tim Akademik dan Prestasi Dra. Hj. Wulaidah.
Anwar mengatakan, kunjungan tersebut tidak sekadar mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada guru, GTK, dan murid untuk melihat langsung pengelolaan serta program unggulan MAN 2 Kota Malang.
Mewakili kepala madrasah, Sugeng mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurutnya, berbagi pengalaman antarmadrasah menjadi salah satu cara memperluas wawasan dan melahirkan inovasi pendidikan.
“Setiap madrasah memiliki potensi dan keunggulan masing-masing. Ketika potensi tersebut dibagikan, akan lahir inspirasi dan inovasi untuk kemajuan pendidikan madrasah,” ungkapnya.
Dalam pemaparan profil, Sugeng menjelaskan sejumlah program unggulan MAN 2 Kota Malang, mulai penguatan akademik, pembinaan keagamaan melalui Ma’had Al Qalam, pengembangan riset dan olimpiade, hingga pembinaan bakat, minat, serta karakter murid.
Kepercayaan masyarakat terhadap madrasah tersebut terlihat dari jumlah pendaftar penerimaan murid baru 2026 yang mencapai 6.307 orang.
Sementara dari sisi prestasi, sebanyak 81 murid diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sedangkan 12 murid memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari perguruan tinggi luar negeri.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana, Dr. Gunawan, M.A., menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil proses panjang yang melibatkan komitmen, kerja sama, dan inovasi seluruh warga madrasah.
Menurutnya, sarana prasarana harus menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang mendukung kualitas pembelajaran, pengembangan potensi, dan prestasi murid.
Madrasah juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Diskusi dilanjutkan bersama Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Alif Rifa’i dan Ketua Tim Akademik dan Prestasi Dra. Hj. Wulaidah.
Rombongan menggali strategi pembinaan kesiswaan, pengembangan bakat dan minat, pendampingan prestasi, serta penguatan budaya akademik.
Selain bidang pendidikan, MAN 2 Kota Malang juga memaparkan penguatan tata kelola kelembagaan. Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang diraih pada 2024 menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempersiapkan diri menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Keberhasilan madrasah tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga karakter murid, profesionalitas guru dan tenaga kependidikan, serta tata kelola yang berintegritas. Ruh WBK dan WBBM adalah melayani,” tegas Sugeng.
Kepada 100 murid kelas IX MTsN 1 Kota Kediri, Sugeng berpesan agar mereka terus belajar, disiplin, dan berani memiliki cita-cita besar sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi menjadi awal pertukaran pengalaman dan kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Kedua madrasah pun memiliki kesempatan untuk saling menguatkan melalui inovasi dan praktik baik pengembangan pendidikan.(Djoko W)






