Malangpariwara.com – Sebanyak 67 kepala keluarga (KK) di lingkungan RT 07 RW 02 Mulyorejo memiliki hak suara dalam pemilihan ketua RT 07 RW 02 Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota malang, hari ini Minggu ( 8/12/26).
Pendidikan demokrasi tidak selalu harus berlangsung di gedung parlemen atau melalui pemilihan kepala daerah. Di lingkungan terkecil masyarakat, pemilihan Ketua RT pun menjadi ruang belajar berdemokrasi, menyampaikan gagasan, sekaligus menentukan arah kepemimpinan bersama.

Suasana itu terlihat dalam pemilihan Ketua RT 07 RW 02 Kelurahan Mulyorejo, Kota Malang. Tiga calon tampil dengan karakter dan pesan kampanye berbeda. Mereka adalah Nugraha nomor urut 1, Ari Mustofa nomor urut 2, dan Jatmiko nomor urut 3.
Menariknya, masing-masing calon tidak hanya mengandalkan nomor urut, tetapi juga mengemas pesan kampanye melalui slogan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.
Calon nomor urut 1, Nugraha, mengusung slogan **“Pilih Saya, Warga Sejahtera.”** Pesan tersebut menempatkan kesejahteraan sebagai harapan utama dalam kepemimpinan lingkungan.
Slogan itu sekaligus menjadi gambaran keinginan menghadirkan lingkungan yang lebih nyaman, rukun, dan memperhatikan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, calon nomor urut 2, Ari Mustofa, menawarkan pendekatan berbeda melalui konsep **“RT 7 Seduluran Saklawase.”** Ia mengedepankan semangat gotong royong, kebersamaan, dan komunikasi yang cair antar warga.
Kampanye Ari dikemas santai dengan pesan sederhana, yakni bekerja bersama, menjaga kerukunan, serta menyelesaikan urusan lingkungan tanpa harus terjebak rapat panjang dan bertele-tele.
Bagi Ari, urusan kampung akan lebih mudah diselesaikan ketika warga memiliki semangat kekeluargaan dan kemauan untuk terlibat. Gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang nyaman.
Adapun calon nomor urut 3, Jatmiko, membawa pesan **“Pilih Saya, Warga Sehat Seger Waras.”** Melalui poster bernuansa olahraga dengan atribut bulu tangkis, Jatmiko menampilkan pesan tentang pentingnya kesehatan dan kebugaran sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Slogan tersebut dikemas dengan bahasa populer dan mudah diingat. Olahraga menjadi simbol ajakan membangun kebiasaan positif sekaligus mempererat hubungan sosial antar warga.
Demokrasi Dimulai dari Lingkungan RT
Perbedaan slogan dan pendekatan kampanye ketiga calon menghadirkan warna tersendiri dalam pemilihan Ketua RT 07 RW 02 Mulyorejo.
Di balik persaingan mendapatkan dukungan, terdapat nilai pendidikan demokrasi yang penting. Warga memiliki kesempatan mengenal calon, mencermati gagasan, membandingkan tawaran, kemudian menentukan pilihan sesuai pertimbangan masing-masing.
Pemilihan Ketua RT menjadi praktik demokrasi paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Di dalamnya terdapat pembelajaran mengenai hak memilih, kebebasan menyampaikan pendapat, kompetisi yang sehat, hingga pentingnya menghormati hasil keputusan bersama.
Lebih dari sekadar menentukan siapa yang akan menjadi ketua RT, proses ini menjadi momentum memperkuat partisipasi warga. Sebab, siapa pun yang nantinya terpilih tetap membutuhkan dukungan seluruh masyarakat untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Pada akhirnya, demokrasi di tingkat kampung bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Esensinya adalah bagaimana perbedaan pilihan tidak memutus persaudaraan, tetapi justru memperkuat kerukunan dan semangat membangun lingkungan.
Dari RT 07 RW 02 Mulyorejo, warga menunjukkan bahwa demokrasi bisa tumbuh dari lingkungan terkecil, dengan cara sederhana, suasana guyub, dan semangat kebersamaan.(Djoko W)






