Malangpariwara.com – Upaya menekan angka stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan tenaga kesehatan.
Keterlibatan sektor swasta menjadi salah satu kunci penting dalam memperluas jangkauan edukasi dan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan Alfamart melalui penyelenggaraan kegiatan Posyandu di gerai Alfamart Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan ini menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara perusahaan, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan warga setempat dalam mendukung tumbuh kembang anak serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Posyandu kali ini melibatkan tiga kelompok posyandu di Desa Tunjungtirto, yakni Kembang Banyu 8, Kembang Banyu 10, dan Kembang Banyu 12. Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran sekitar 100 balita dan 40 lansia yang mengikuti berbagai layanan kesehatan. Selain itu, ibu hamil dan remaja usia produktif juga turut memanfaatkan kegiatan tersebut.

Berbagai layanan kesehatan diberikan selama kegiatan berlangsung, mulai dari pengukuran berat badan dan tinggi badan balita, pemeriksaan tekanan darah bagi lansia, pengisian Kartu Ibu dan Anak (KIA), imunisasi, hingga pemberian makanan tambahan (PMT). Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, Alfamart juga membagikan voucher belanja melalui aplikasi Alfagift.
Regional Corporate Communication Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Mochammad Faruq Asrori, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan yang dijalankan Alfamart di wilayah Malang Raya.
Menurutnya, sepanjang tahun 2026, perusahaan telah menyiapkan sedikitnya 10 kegiatan posyandu serupa yang akan dilaksanakan di berbagai gerai Alfamart Cabang Malang.
Program tersebut dirancang untuk mendukung upaya pemerintah dalam menekan prevalensi stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu pemerintah dalam mengurangi angka stunting pada balita. Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata melalui layanan kesehatan yang mudah diakses,” ujar Faruq.
Lebih lanjut, ia menilai keberadaan gerai ritel modern dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan posyandu, perusahaan berharap dapat membangun hubungan yang lebih erat dengan warga sekitar sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya pemantauan kesehatan sejak dini.
Persoalan stunting sendiri masih menjadi perhatian di berbagai daerah, termasuk di Desa Tunjungtirto. Berdasarkan data yang dihimpun dari tenaga kesehatan setempat, saat ini terdapat 14 anak yang terindikasi mengalami stunting.
Kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya pelaksanaan kegiatan pemantauan kesehatan secara rutin dan berkelanjutan.
Bidan Desa Tunjungtirto dari Puskesmas Singosari, Anis Sulistyorini, menilai kolaborasi antara dunia usaha dan layanan kesehatan masyarakat merupakan langkah positif dalam memperkuat upaya pencegahan stunting. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dapat memperluas akses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan posyandu.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Alfamart. Kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Bersama 24 kader posyandu yang aktif mendampingi warga, kami berharap program seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan,” ungkap Anis.
Ia menambahkan, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya ditentukan oleh intervensi kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh kesadaran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, melakukan pemantauan pertumbuhan secara berkala, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan sektor swasta, upaya pencegahan stunting diharapkan semakin efektif.
Kegiatan Posyandu Alfamart di Tunjungtirto menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.(Djoko W)






