Trans Jatim Koridor 2 Hadir di Malang Raya, Dishub Kota Malang Siapkan Penataan Ulang Trayek Angkot

Malangpariwara.com – Rencana pengoperasian Trans Jatim Koridor 2 pada Oktober 2026 mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Malang.

Kehadiran layanan angkutan massal yang menghubungkan Terminal Talangagung, Kepanjen, hingga Terminal Arjosari tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas transportasi publik di kawasan Malang Raya.

Kadishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra.(Djoko W)

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan penambahan koridor Trans Jatim tidak hanya memperluas jangkauan layanan transportasi umum, tetapi juga membuka peluang integrasi antarmoda yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, Dishub Kota Malang bersama para operator angkutan kota (angkot) telah mulai menyiapkan langkah penyesuaian melalui penataan ulang atau rerouting trayek agar keberadaan Trans Jatim dapat berjalan selaras dengan sistem transportasi yang sudah ada.

“Prinsipnya Dishub Kota Malang menyambut baik dengan ditambahkannya koridor Trans Jatim. Karena itu, Dishub Kota Malang bersama angkutan kota segera melakukan rerouting trayek guna mendukung koridor baru tersebut,” ujar Widjaja.

Ia menjelaskan, penataan trayek diperlukan agar layanan Trans Jatim dan angkutan kota tidak saling bersaing pada jalur yang sama. Sebaliknya, keduanya diharapkan dapat saling melengkapi melalui sistem layanan yang terintegrasi.

Dalam skema yang tengah disiapkan, angkutan kota akan diarahkan untuk berperan sebagai pengumpan (feeder) yang menghubungkan kawasan permukiman dengan titik-titik transit Trans Jatim.

Dengan demikian, masyarakat dapat berpindah moda transportasi dengan lebih mudah dan efisien.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat keberhasilan transportasi massal tidak hanya ditentukan oleh jumlah armada atau panjang rute, melainkan juga keterhubungan antarlayanan yang mampu menjangkau kebutuhan perjalanan warga dari titik awal hingga tujuan akhir.

Pengoperasian Koridor 2 sendiri merupakan bagian dari perluasan jaringan Trans Jatim yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di wilayah Malang Raya.

Setelah sebelumnya menghadirkan koridor pertama, layanan baru ini akan melayani perjalanan dari Terminal Talangagung, Kepanjen, menuju Terminal Arjosari melalui Terminal Hamid Rusdi sebagai simpul transit utama.

Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro, memastikan seluruh tahapan utama pengembangan koridor telah memasuki tahap finalisasi dan ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober mendatang.

“Untuk Trans Jatim di wilayah Malang sudah final. Memang nanti akan ditambahkan Koridor 2. Rencana estimasi akan dijalankan pada bulan Oktober,” katanya.

Selain memperluas akses transportasi publik, kehadiran koridor baru tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu penyebab kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan menuju Kota Malang.

Bagi Kota Malang, pengembangan Trans Jatim juga menjadi momentum untuk mempercepat transformasi sistem transportasi perkotaan menuju layanan yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Integrasi antara bus Trans Jatim dan angkutan kota diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum sekaligus mendukung upaya pengurangan kemacetan dan emisi kendaraan.

Widjaja menegaskan, Dishub Kota Malang berkomitmen mendukung penuh kebijakan tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun para pelaku transportasi lokal.

Penyesuaian trayek akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta keberlangsungan usaha angkutan kota yang telah lama melayani warga.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, kehadiran Trans Jatim Koridor 2 tidak hanya menjadi tambahan rute baru, tetapi juga diharapkan menjadi awal terbentuknya jaringan transportasi publik yang lebih terhubung di Malang Raya.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, masyarakat akan memperoleh pilihan mobilitas yang lebih aman, nyaman, dan terjangkau mulai Oktober 2026 mendatang.(Djoko W)