Malangpariwara.com – Suasana berbeda tampak di halaman Masjid As-Sakinah, Jum’at malam, (26/6/26). Panggung utama berubah menjadi lautan cahaya ketika puluhan santri dan santriwati Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) As-Sakinah mengangkat lampion LED warna-warni dalam Kirab Lampion yang menjadi puncak peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah.
Mengusung tema “Semangat Hijrah Menuju Pribadi yang Bertakwa dan Berakhlakul Karimah”, kegiatan yang digelar Remaja Masjid (REMAS) As-Sakinah ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan.

Dengan mengenakan busana serba putih, para santri tampil penuh semangat sambil mengangkat lampion yang berkelap-kelip.
Cahaya lampion berpadu dengan tata lampu panggung menciptakan suasana syahdu yang memikat perhatian para orang tua dan warga sekitar yang memadati lokasi kegiatan.
Ketua panitia dari REMAS As-Sakinah, Noval, mengatakan seluruh rangkaian acara dipersiapkan bersama para remaja masjid agar peringatan Tahun Baru Islam dan 10 Muharam menjadi momentum yang berkesan bagi anak-anak.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Harapannya anak-anak semakin mencintai masjid dan memahami makna hijrah sebagai upaya terus memperbaiki diri,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Kirab Lampion, dilanjutkan pembacaan Sholawat Diba, penampilan santri TPQ As-Sakinah, serta berbagai perlombaan Islami seperti lomba adzan, sambung ayat, dan cerdas cermat.

Seluruh kegiatan dirancang untuk mengasah kemampuan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri para santri.
Kepala TPQ As-Sakinah, Ustadz Yasid Bustomi, mengapresiasi kekompakan para pengurus REMAS, ustadz dan ustadzah, serta seluruh orang tua yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, peringatan 10 Muharam bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi media pendidikan karakter bagi anak-anak agar semakin dekat dengan Al-Qur’an, mencintai syiar Islam, serta memiliki akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Kesuksesan kegiatan juga tidak lepas dari peran para pengasuh TPQ, di antaranya Ustadzah Endah, Endang, Yani, Zia, Pinkan, dan Cahya, yang selama ini membimbing para santri dalam berbagai kegiatan pembelajaran maupun persiapan penampilan.
Selain berbagai penampilan dan perlombaan, kegiatan turut diisi dengan kajian tentang keutamaan Hari Asyura serta santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial yang dianjurkan dalam syariat Islam.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa semangat hijrah juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.

Sejumlah warga mengaku terharu melihat antusiasme anak-anak mengikuti seluruh rangkaian acara. Mereka berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena mampu menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus mempererat ukhuwah di lingkungan masyarakat.
Melalui peringatan 10 Muharam ini, REMAS As-Sakinah berharap tradisi syiar Islam yang dikemas secara kreatif dapat terus berkembang dari tahun ke tahun.
Dengan melibatkan anak-anak sebagai pelaku utama kegiatan, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bertakwa, berakhlakul karimah, serta mencintai masjid sebagai pusat pembinaan umat.

Sebagai puncak acara, panitia menghadirkan tausiyah yang disampaikan KH Sujai. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan 10 Muharam sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial, terutama kepada anak yatim piatu dan kaum duafa.
Menurut KH Sujai, menyantuni anak yatim bukan hanya bentuk kepedulian kemanusiaan, tetapi juga amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena mengandung nilai kasih sayang dan keberkahan.
“Isi surga kebanyakan adalah orang-orang yang loman atau gemar berbagi. Karena itu, jangan pernah lelah membantu anak yatim piatu dan kaum duafa. Rezeki yang kita miliki sejatinya juga menjadi titipan untuk mereka yang membutuhkan,” pesannya di hadapan ratusan jamaah.
Tausiyah tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah yang berlangsung khidmat.
Pesan tentang pentingnya berbagi dan memuliakan anak yatim semakin menguatkan makna tema kegiatan, yakni menumbuhkan semangat hijrah menuju pribadi yang bertakwa, berakhlakul karimah, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.(Djoko W)








