Alfamart Perkuat Upaya Tekan Stunting di Jabung, 35 Balita Dapat Program Satu Telur Sehari

Kabupaten Malang, MALANGPARIWATA.COM – Upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Malang terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Salah satunya dilakukan Alfamart Cabang Malang yang menggandeng Puskesmas Jabung untuk menyalurkan bantuan protein hewani kepada balita yang terindikasi stunting melalui program berkelanjutan “Satu Telur Sehari”.

Di Kecamatan Jabung, sebanyak 35 balita menjadi penerima manfaat program tersebut. Mereka akan memperoleh tambahan asupan satu butir telur setiap hari yang didistribusikan secara berkala melalui kader posyandu bersama tenaga kesehatan.

Program ini tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari intervensi gizi yang disertai edukasi kepada keluarga.

Program “Satu Telur Sehari” sendiri telah dijalankan Alfamart sejak 2022. Pada 2026, cakupannya diperluas ke 39 kota di Indonesia dengan target penyaluran lebih dari 510 ribu butir telur kepada lebih dari 2.700 anak yang terindikasi stunting.

Distribusi dilakukan selama tiga hingga enam bulan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.

Kepala Puskesmas Jabung, dr. Ervan Suherjantana, mengatakan pemberian telur menjadi salah satu bentuk intervensi sederhana namun memiliki manfaat besar dalam membantu memenuhi kebutuhan protein anak selama masa pertumbuhan.

Menurutnya, program tersebut tidak berhenti pada pembagian telur semata. Orang tua juga mendapatkan pendampingan mengenai pola asuh, pola makan bergizi seimbang, serta pemantauan rutin terhadap tumbuh kembang anak.

“Program sederhana ini memberikan dampak yang sangat membantu terhadap pertumbuhan anak-anak yang terindikasi stunting. Manfaatnya dapat dirasakan langsung, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi harian anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, telur dipilih karena merupakan sumber protein hewani yang mudah diperoleh, harganya terjangkau, serta mudah diolah menjadi berbagai menu yang disukai anak-anak.

Bersamaan dengan distribusi telur, petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan berkala dan edukasi gizi kepada keluarga penerima manfaat agar perubahan pola konsumsi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, menegaskan bahwa program “Satu Telur Sehari” merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.

Ia menjelaskan, sasaran penerima bantuan ditentukan berdasarkan pendataan bersama dinas kesehatan sehingga intervensi benar-benar menyasar anak-anak yang membutuhkan.

“Program Satu Telur Sehari bukan sekadar membagikan telur, tetapi menjadi salah satu bentuk intervensi sederhana yang dinilai efektif dan efisien dalam membantu penanganan stunting di berbagai daerah. Selama empat tahun berjalan, respons positif dan perkembangan anak penerima manfaat menjadi semangat bagi Alfamart untuk terus menghadirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan,” kata Rani.

Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian makanan bergizi, tetapi juga membutuhkan pemantauan pertumbuhan anak secara berkala, pendampingan keluarga, serta edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang sejak usia dini.

“Semangatnya adalah bagaimana Alfamart dapat turut berkontribusi membantu menekan angka stunting, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang menjadi generasi unggul di masa depan,” tambahnya.

Melalui sinergi antara dunia usaha, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan pemerintah daerah, program ini diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan stunting dari tingkat desa.

Intervensi sederhana berupa pemenuhan protein hewani yang diiringi edukasi dan pemantauan tumbuh kembang diyakini menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *