JAKARTA, MALANGPARIWARA.COM — Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk melihat langsung perkembangan penyelenggaraan negara sekaligus mencermati arah pembangunan Indonesia.
Anggota MPR RI sekaligus DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I., mengajak masyarakat untuk turut mengikuti agenda kenegaraan tersebut melalui siaran langsung di berbagai kanal media sosial.
Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia itu, keterlibatan masyarakat dalam agenda kenegaraan tidak harus dilakukan dengan datang langsung ke Gedung Parlemen.
Masyarakat dapat mengambil bagian dengan menyaksikan jalannya sidang, mencermati pidato kenegaraan, serta mengikuti kebijakan yang akan menjadi arah pembangunan nasional.
“Besok kita akan mengikuti salah satu momentum penting kenegaraan. Saya mengajak masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Timur, untuk ikut menyaksikan. Mari kita dengarkan bersama apa yang telah dikerjakan dan bagaimana arah pembangunan Indonesia ke depan,” kata Ning Lia.
Ning Lia dijadwalkan hadir langsung dalam sidang tersebut. Ia menilai partisipasi publik menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi karena masyarakat memiliki hak untuk mengetahui sekaligus mengawal perjalanan pemerintahan dan pembangunan.
Momentum Sidang Tahunan MPR tahun ini juga dinilai memiliki makna tersendiri karena berlangsung menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bagi Ning Lia, peringatan kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial.
Semangat 17 Agustus perlu menjadi kesempatan untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus melihat berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
Sebagai wakil daerah dari Jawa Timur, ia berharap kebijakan nasional ke depan semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.
Persoalan pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, kepemudaan, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ekonomi masyarakat menjadi sejumlah sektor yang menurutnya perlu terus mendapat perhatian.
“Indonesia adalah milik kita bersama. Karena itu, masyarakat juga perlu mengetahui, mengikuti dan ikut mengawal perjalanan bangsa ini. Semangat kemerdekaan harus menjadi energi untuk menghadirkan Indonesia yang semakin maju dan kesejahteraannya semakin dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan nasional pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, capaian yang disampaikan dalam forum kenegaraan perlu dilihat tidak hanya dari angka dan program, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat daerah.
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin lembaga negara.
Bagi Ning Lia, forum tersebut merupakan ruang penting untuk mempertemukan capaian penyelenggaraan negara dengan harapan masyarakat terhadap masa depan Indonesia.
Menjelang 81 tahun Indonesia merdeka, ia mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap kehidupan demokrasi, kebijakan publik, dan arah pembangunan nasional.
Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui keterlibatan masyarakat dalam mengetahui, memahami, dan mengawal perjalanan bangsa.(Djoko W)






