PALU, Malangpariwara.com – Perguruan tinggi tidak boleh berhenti di balik tembok kampus. Pengetahuan dan pengalaman akademisi harus ikut membuka jalan bagi generasi muda untuk membaca peluang, membangun kompetensi, dan berani bersaing di tingkat global.
Semangat itulah yang dibawa 6 Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-72 UM, dengan fokus memperkuat literasi ekonomi dan keuangan sekaligus menumbuhkan motivasi pelajar untuk mengembangkan prestasi hingga tingkat internasional.
Di hadapan para pelajar, para doktor UM tidak sekadar berbicara tentang teori ekonomi. Mereka membawa pesan bahwa kemampuan membaca perubahan, memahami pengelolaan keuangan, mengembangkan gagasan, dan berani mengambil peluang merupakan bekal penting menghadapi persaingan masa depan.
Bagi generasi muda, literasi ekonomi bukan lagi sekadar kemampuan memahami angka dan transaksi. Pengetahuan tersebut menjadi bagian dari kecakapan hidup, terutama ketika perkembangan teknologi dan perubahan ekonomi global bergerak semakin cepat.
Program “Doktor Menginspirasi” juga menjadi ruang perjumpaan antara dunia akademik dan pendidikan menengah. Para siswa mendapatkan perspektif langsung dari kalangan akademisi tentang pentingnya membangun kapasitas diri sejak bangku sekolah.
Dari Palu, UM ingin memperluas cara pandang bahwa talenta unggul tidak hanya lahir dari kota-kota besar.
Kesempatan untuk berkembang terbuka bagi siapa pun yang memiliki kemauan belajar, keberanian berinovasi dan kemampuan mengembangkan potensi. Karena itu, penguatan pendidikan dan literasi ekonomi sejak dini menjadi investasi penting untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya siap masuk dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang.
Kehadiran FEB UM di Palu sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam memperluas manfaat pendidikan. Doktor dan akademisi tidak hanya dituntut menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga memiliki ruang untuk mentransfer pengetahuan dan inspirasi kepada calon generasi penerus.
Melalui program tersebut, UM mendorong agar mimpi pelajar tidak berhenti pada batas geografis. Dari Palu, talenta-talenta muda didorong untuk membangun kompetensi dan membawa prestasinya semakin jauh dari tingkat daerah, nasional hingga panggung internasional.(Djoko W)






