Menhan Beri Kuliah Umum Di Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya (UB)

Foto: Di UB, Menhan didapuk untuk memberikan Kuliah Umum bertajuk "Urgensi Ketahanan Nasional dalam Kepemimpinan Nasional".(ist)

Minggu, 3 Juli 2022

Malangpariwara.com – Dandim 0833/Kota Malang Letkol Kav Heru Wibowo Sofa, SH MHan, mendampingi kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto di Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya (UB).

Di UB, Menhan didapuk untuk memberikan Kuliah Umum bertajuk “Urgensi Ketahanan Nasional dalam Kepemimpinan Nasional”.

Dalam pemaparannya, Prabowo menekankan pada kepemimpinan nasional yang unggul. Keunggulan itu dapat dibangun dari ketahanan nasional yang baik. Dan ketahanan yang baik berawal dari salah satunya aparatur atau SDM yang unggul.

“SDM unggul dimulai dari seleksinya yang benar. Jangan karena saudara, lalu diterima. Atau memperjualbelikan gelar akademik,” ujarnya, Minggu (3/7/2022).

Menurutnya, peranan perguruan tinggi sangat penting dalam ketahan nasional.

Ia menyampaikan, ketika dirinya dilantik menjadi menteri, lembaga pertama yang dikunjungi adalah Universitas Pertahanan. Di sana, ia meminta peningkatan kualitas manajemen pendidikan.

“Saya minta tidak hanya S2 dan S3, tapi Unhan juga buka program studi S1 untuk membangun aparatur yang unggul untuk bangsa,” tegasnya.

Menurut Menhan, pertahanan nasional sangat penting. Tidak ada negara di dunia yang aman dari ancaman, termasuk Indonesia.

“Baru-baru ini ancaman kita adalah corona, membuat dunia terhenti. Maka kita harus selalu siaga,” ujar Menhan.

Rektor Prof Widodo SSi MSi PhD MedSc menerima kunjungan Menpan(ist)

Sementara itu, Rektor Prof Widodo SSi MSi PhD MedSc mengatakan, dengan inovasi-inovasi yang dimiliki saat ini diharapkan UB bisa berperan dalam pembangunan bangsa.

“Di FILKOM kita mengembangkan sistem pertahanan negara melalui sistem drone. Sementara di FMIPA sedang bersinergi dengan PT Pindad untuk menghasilkan material amunisi mandiri buatan dalam negeri,”katanya.

Prof. Widodo menambahkan, UB tidak bisa berjalan sendiri sehingga perlu kerjasama, sinergi, dan arahan dari semua pihak termasuk Kementerian Pertahanan.

Kuliah umum “Urgensi Ketahanan Nasional dalam Kepemimpinan Nasional” ini digelar dalam rangkaian Temu dan Rapat Kerja Nasional Forum Dekan Ilmu-ilmu Sosial PTN se-Indonesia (FORDEKIIS).

Acara diikuti oleh 37 dekan dari seluruh Indonesia.(Djoko Winahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.