“Ngopisam” (Empat) Fakultas STeM UB Hadirkan Alumni Sukses, Tegaskan Lulusan Sains Dibutuhkan Industri

Malangpariwara.com – Universitas Brawijaya melalui Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (STeM) kembali menggelar kegiatan “Ngopisam” (Ngobrol dan Ngopi Santai bersama Media) edisi keempat di Gedung MIPA Talent Center, Kamis (21/5/2026).

Foto bareng wartawan bersama narasumber dan jajaran dekanat FSTeM UB .(Djoko W)

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi dan alumni untuk menunjukkan bahwa lulusan bidang sains memiliki peluang besar di dunia industri maupun riset terapan.

Drs. Sunarno, membagikan perjalanan kariernya sebagai alumni angkatan kedua Program Studi Kimia UB.(Djoko W)

Di tengah stigma bahwa lulusan kimia sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai bidangnya, Sunarno justru membuktikan sebaliknya.

Lulus dengan predikat cumlaude, ia mengaku perjalanan profesionalnya hampir selalu linier dengan ilmu yang dipelajarinya di bangku kuliah.

Pengalaman bekerja di berbagai perusahaan membuatnya memahami kebutuhan industri terhadap tenaga ahli kimia, khususnya dalam pengelolaan air dan lingkungan.

“Setiap kegiatan industri, baik skala kecil maupun besar, pasti membutuhkan air. Karena itu, kebutuhan terhadap tenaga ahli kimia akan terus ada,” ujarnya.

Berbekal pengalaman panjang di dunia industri, Sunarno kemudian mendirikan perusahaan kontraktor sistem pengolahan air PT Samudra Embun Anugerah.

Kini ia dipercaya sebagai direktur perusahaan tersebut dan aktif menangani berbagai proyek pengolahan air untuk kebutuhan industri.

Menurutnya, prospek lulusan kimia masih sangat terbuka lebar. Regulasi pengelolaan lingkungan dan air yang semakin ketat justru membuat kebutuhan tenaga profesional di bidang kimia terus meningkat.

“Sekarang pengelolaan air bukan hanya kebutuhan industri domestik, tetapi sudah menjadi perhatian hampir semua sektor industri. Itu membuka peluang kerja yang sangat luas bagi lulusan kimia,” tegasnya.

Kiri Guru Besar Departemen Matematika Fakultas STeM UB, Prof. Agus Suryanto .(Djoko W)
Kiri Guru Besar Departemen Matematika Fakultas STeM UB.(Djoko W)

Sementara itu, Guru Besar Departemen Matematika Fakultas STeM UB, Prof. Agus Suryanto menjelaskan bahwa matematika tidak hanya berkaitan dengan angka dan rumus, tetapi menjadi alat penting untuk memahami berbagai fenomena kehidupan.

Menurutnya, salah satu kajian yang dikembangkan di Departemen Matematika adalah pemodelan perubahan populasi.

Kajian tersebut mempelajari dinamika jumlah makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan, yang dipengaruhi berbagai faktor seperti kelahiran, kematian, perpindahan, ketersediaan makanan, kondisi lingkungan, hingga penyebaran penyakit.

Melalui pendekatan matematika, lanjut Prof. Agus, para peneliti dapat memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi di masa depan.

Kajian ini dinilai penting untuk membantu pengendalian wabah penyakit, menjaga kelestarian lingkungan, mengendalikan hama pertanian, hingga mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

“Matematika bukan hanya pelajaran di kelas, tetapi cara berpikir untuk memahami persoalan nyata dan membantu mencari solusi bagi kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa ilmu matematika memiliki kontribusi besar dalam penyelesaian persoalan sosial dan lingkungan.

Matematika kini tidak lagi dipandang sekadar ilmu hitung, melainkan bagian penting dari pengembangan ilmu pengetahuan modern yang aplikatif.

Melalui kegiatan Ngopisam, Fakultas STeM UB ingin memperkuat pemahaman publik bahwa bidang sains dasar memiliki peran strategis dalam pembangunan.

Selain melahirkan akademisi dan peneliti, lulusan sains juga mampu menjadi inovator dan pelaku industri yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.(Djoko W)