FBiPK UB Perkuat Kolaborasi Riset Agroforestri Kopi dan Vanili Bersama Kampus Dunia di Belanda dan Belgia

Malangpariwara.com – Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBiPK UB) terus memperluas jejaring akademik internasional melalui kunjungan kolaboratif ke Wageningen University & Research dan KU Leuven.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan publikasi ilmiah bereputasi internasional, pengembangan riset kolaboratif, serta implementasi kerja sama akademik yang berdampak nyata bagi pengembangan agroforestri tropis Indonesia.

Kegiatan tersebut dilakukan oleh dosen FBiPK UB, Dr. Rika Ratna Sari dan Dr. Danny Dwi Saputra, dalam rangka memperkuat sinergi penelitian bersama sejumlah peneliti internasional di bidang agroforestri kopi dan vanili.

Kunjungan pertama dilaksanakan di Wageningen University & Research, salah satu institusi riset pertanian terbaik dunia.

Kerja sama dengan KU Leuven juga menghasilkan pengembangan dua paper ilmiah kolaboratif.(Ist)

Dalam agenda tersebut, tim FBiPK UB memperkuat kerja sama joint publication dan joint research terkait penelitian agroforestri kopi di Indonesia bersama Dr. Danaë Rozendaal.

Pertemuan tersebut membahas finalisasi publikasi ilmiah bersama untuk mempertajam kerangka penelitian, memperkuat interpretasi ekologis, sekaligus membuka peluang riset lanjutan terkait kualitas tanah, siklus hara, serta resiliensi sistem pertanian berbasis pohon di kawasan tropis.

Dr. Rika Ratna Sari menegaskan bahwa kolaborasi internasional menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kontribusi riset agroforestri Indonesia di tingkat global.

“Kolaborasi dengan Wageningen University & Research menjadi peluang penting bagi FBiPK UB untuk memperkuat kualitas publikasi internasional sekaligus memperluas kontribusi penelitian agroforestri kopi Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pencapaian SDGs,” ujarnya.

Setelah dari Belanda, kegiatan dilanjutkan ke KU Leuven untuk membahas tindak lanjut kerja sama penelitian vanili agroforestri bersama Dr. Bruno Verbist, Dr. Charlotte, dan Dr. Saskia.

Diskusi difokuskan pada evaluasi implementasi kerja sama sebelumnya, penyusunan agenda kolaborasi tahun 2026, serta penguatan publikasi ilmiah bersama dari hasil penelitian vanili agroforestri di Indonesia.

Salah satu capaian penting dalam kunjungan tersebut adalah penandatanganan perpanjangan Implementation Agreement (IA) antara FBiPK UB dan KU Leuven untuk tahun 2026.

Perpanjangan ini menjadi landasan keberlanjutan kerja sama akademik dan penelitian kedua institusi, khususnya dalam bidang agroforestri, mobilitas mahasiswa, dan publikasi ilmiah internasional.

Menurut Dr. Danny Dwi Saputra, kerja sama internasional tidak hanya memperkuat kapasitas riset dosen, tetapi juga membuka pengalaman akademik global bagi mahasiswa.

“Melalui kerja sama ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan terlibat langsung dalam penelitian kolaboratif lintas negara. Ini menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas akademik dan kompetensi global mahasiswa FBiPK UB,” jelasnya.

Kolaborasi dengan KU Leuven juga menghasilkan pengembangan dua paper ilmiah bersama yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari kedua institusi.

Kegiatan ini melibatkan tiga mahasiswa S1 Departemen Tanah FBiPK UB, empat mahasiswa S1 Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan FBiPK UB, satu mahasiswa S2 Program Studi Pengelolaan Tanah dan Air, satu mahasiswa S2 Agribisnis, serta dua mahasiswa S2 dari KU Leuven.

Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian agroforestri vanili tersebut menjadi wujud nyata komitmen FBiPK UB dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan kerja sama internasional dalam satu agenda akademik berkelanjutan.

Melalui kolaborasi dengan Wageningen University & Research dan KU Leuven, FBiPK UB berharap dapat terus memperluas jejaring riset internasional, meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi, serta memperkuat kontribusi pengembangan agroforestri tropis Indonesia di tingkat global.(Djoko W)