Wartawan dan Mahasiswa UB Diajak Melek Data, Kepala BPS Kota Malang Tegaskan Pentingnya Statistik untuk Pengambilan Keputusan

Malangpariwara.com – Pemanfaatan data yang akurat dan terpercaya menjadi kunci dalam menghadapi tantangan era digital.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifudin, saat Ngopisam (Ngobrol dan Ngopi Santai bersama Media), FSTeM ke 5 di MIPA Talent Center Universitas Brawijaya (UB), Jumat (19/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Umar mengajak wartawan untuk memanfaatkan data resmi yang disediakan BPS sebagai bahan tulisan yang berbasis fakta.

Menurutnya, data bukan sekadar kumpulan angka, melainkan aset strategis yang mampu menghasilkan informasi berkualitas dan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.

“Data yang baik bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk menghasilkan pemahaman dan tindakan yang lebih tepat,” ujar Umar di hadapan awak media.

Ia menjelaskan, terdapat tiga hal mendasar yang perlu dipahami wartawan mengenai peran data. Pertama, data merupakan aset yang sangat berharga di tengah perkembangan teknologi informasi. Kedua, statistik menjadi alat untuk memahami berbagai fenomena sosial dan ekonomi secara ilmiah. Ketiga, BPS hadir sebagai sumber rujukan resmi yang menyediakan data terpercaya bagi masyarakat Indonesia.

Umar menegaskan bahwa keputusan yang baik harus dibangun berdasarkan data yang valid. Proses tersebut dimulai dari pengumpulan data mentah, pengolahan informasi secara sistematis, analisis mendalam, hingga menghasilkan rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam paparannya, ia juga menjelaskan sejumlah fungsi penting data, mulai dari menggambarkan kondisi masyarakat secara objektif, menjadi dasar perencanaan program, mengurangi pengambilan keputusan berbasis asumsi, mendukung kualitas penelitian, hingga membantu menemukan potensi dan peluang pembangunan yang belum terlihat.

Sebagai lembaga pemerintah nonkementerian, BPS memiliki peran strategis sebagai penyedia statistik resmi nasional.

Selain menjamin kualitas dan konsistensi data, BPS juga menjadi rujukan utama bagi pemerintah, akademisi, dunia usaha, maupun masyarakat dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan.

Berbagai data yang dihasilkan BPS mencakup sektor kependudukan, ketenagakerjaan, kemiskinan, inflasi, pertumbuhan ekonomi, pertanian, industri, hingga perdagangan.

Data tersebut dihimpun melalui metode statistik yang terstandar, yakni sensus, survei, dan pemanfaatan data administrasi.

Beberapa instrumen yang digunakan antara lain Sensus Penduduk yang dilaksanakan setiap 10 tahun, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), serta Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang menjadi sumber utama informasi ketenagakerjaan di Indonesia.

Lebih lanjut, Umar menekankan bahwa data BPS dapat menjadi “laboratorium nyata” bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan berbagai metode analisis statistik. Mulai dari statistik deskriptif, analisis regresi, deret waktu, analisis kewilayahan, hingga pemodelan sosial ekonomi.

Beragam topik penelitian dapat dikembangkan menggunakan data BPS, seperti analisis faktor-faktor penyebab kemiskinan, kajian pengangguran lulusan perguruan tinggi, hingga ketimpangan pembangunan antarwilayah.

Kemudahan akses data juga menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan BPS. Seluruh data statistik resmi dapat diakses secara terbuka dan gratis melalui berbagai kanal digital, termasuk situs resmi BPS yang menyediakan publikasi, tabel statistik, hingga mikrodata untuk kebutuhan penelitian.

Melalui forum Ngopisam tersebut, Umar berpesan kepada  mahasiswa untuk menjadi generasi yang mampu mengolah data menjadi informasi bernilai dan rekomendasi yang berdampak bagi pembangunan.

Ia mengingatkan bahwa kompetensi analisis, visualisasi, dan komunikasi data menjadi keterampilan penting yang harus terus diasah di tengah kebutuhan dunia kerja yang semakin berbasis data.

Selain memberikan edukasi kepada wartawan, mahasiswa, BPS Kota Malang juga mengingatkan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung pada 1 Juni hingga 31 Agustus 2026.

BPS mengimbau warga agar menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan data yang benar sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih baik.

“Setiap data yang Anda berikan adalah kontribusi nyata untuk pembangunan ekonomi yang lebih baik,” pungkas Umar. (Djoko W)