Hikmah Bafaqih: Anggaran Bersih Harus Bermuara pada Kesejahteraan Guru dan Mutu Pendidikan

Malangpariwara.com – Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, menegaskan bahwa tata kelola anggaran yang bersih, transparan, dan efisien harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan guru serta pemerataan kualitas pendidikan di seluruh daerah.

Menurutnya, guru merupakan elemen utama dalam pembangunan sumber daya manusia sehingga setiap kebijakan anggaran harus berpihak kepada para pendidik, baik yang mengabdi di sekolah negeri, sekolah swasta, maupun madrasah.

“Anggaran yang bersih harus berujung pada kesejahteraan guru dan peningkatan mutu pendidikan. Karena guru adalah jantung pendidikan dan investasi utama dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa,” ujar Hikmah, Kamis (25/6/2026).

Politisi PKB itu menilai efisiensi anggaran tidak boleh dimaknai sebagai pengurangan perhatian terhadap sektor pendidikan.

Sebaliknya, efisiensi harus menjadi instrumen untuk menutup berbagai potensi kebocoran anggaran agar dana publik dapat dialokasikan secara tepat sasaran bagi kebutuhan masyarakat.

“Setiap rupiah uang rakyat harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Pendidikan harus menjadi prioritas karena di sanalah masa depan daerah dan bangsa dipertaruhkan,” katanya.

Hikmah menambahkan, kesejahteraan guru bukan sekadar bentuk penghargaan atas profesi, melainkan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Guru yang sejahtera dinilai akan lebih fokus dalam meningkatkan kompetensi, menghadirkan inovasi pembelajaran, serta membentuk karakter peserta didik.

Ia juga menyoroti pentingnya keadilan bagi seluruh tenaga pendidik, khususnya guru di sekolah swasta dan madrasah yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi kesejahteraan maupun kesempatan pengembangan kompetensi.

“Negara harus hadir memberikan perlakuan yang adil kepada seluruh guru. Baik yang mengajar di sekolah negeri, sekolah swasta, maupun madrasah, semuanya memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hikmah menilai pembangunan pendidikan yang berkualitas tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur sekolah.

Menurutnya, peningkatan kapasitas guru, penguatan inovasi pembelajaran, serta keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang maju dan berdaya saing.

Ia berharap komitmen pemerintah dalam mewujudkan tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel dapat menjadi momentum untuk memperbaiki kesejahteraan guru sekaligus memperkuat kualitas pendidikan, khususnya di Jawa Timur.

“Jika guru sejahtera, maka pendidikan akan semakin berkualitas. Dan ketika pendidikan berkualitas terwujud, kita sedang menyiapkan generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.(Djoko W)