Bukan Sekadar Aplikasi, Polinema Perkuat Admin BUMDes Pulotondo Mulyo agar Keuangan Lebih Tertib

TULUNGAGUNG, MALANGPARIWARA.COM — Digitalisasi keuangan BUMDes tidak berhenti pada penggunaan aplikasi. Di balik sistem digital, ada peran penting admin yang memastikan setiap transaksi tercatat, data tersusun rapi, hingga laporan keuangan bisa menjadi pijakan dalam mengambil keputusan usaha.

Kebutuhan tersebut mendorong Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang (Polinema) memperkuat kapasitas pengurus BUMDes Pulotondo Mulyo, Desa Pulotondo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

Melalui program Penguatan Peran Admin Sistem dalam Implementasi Aplikasi Laporan Keuangan BUMDes, tim yang dipimpin Marlina Magdalena, S.Pd., M.SA. memberikan pendampingan langsung kepada pengurus pada Selasa (21/7/2026) di Dusun Jatilengger.

 

Marlina mengatakan, keberadaan aplikasi tidak otomatis menjadikan pengelolaan keuangan tertib. Sistem tetap membutuhkan admin yang memahami tugas, alur data, serta mampu melakukan pemeriksaan sebelum informasi keuangan digunakan.

“Ketika peran admin jelas, data transaksi dapat diubah menjadi laporan yang digunakan untuk pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban,” ujar Marlina.

Dalam pendampingan, tim Polinema memetakan kondisi awal pengelolaan sistem, kemudian memperkuat pemahaman pengurus mengenai tugas dan kewenangan admin, penyelarasan transaksi dengan bagan akun, serta alur penyampaian data dari setiap unit usaha.

Pengurus juga langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi, mulai dari input transaksi, pengelompokan akun dan biaya, pemeriksaan kesalahan data, hingga penyusunan laporan keuangan unit usaha dan laporan konsolidasi.

Penguatan tidak hanya menyasar kemampuan teknis. Pengurus juga didorong mampu membaca informasi keuangan sehingga data yang dihasilkan aplikasi tidak sekadar menjadi arsip, tetapi dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja dan menentukan arah pengembangan usaha.

Hasil evaluasi terhadap tiga pengurus inti BUMDes, yakni ketua, sekretaris, dan bendahara, menunjukkan peningkatan kemampuan pada 12 indikator manajerial dan teknis.

Peningkatan tersebut mencakup kejelasan penetapan admin, pemahaman tugas dan tanggung jawab, keteraturan alur informasi, penerapan SOP dan checklist, pemeriksaan data, hingga kemandirian melakukan input transaksi.

Kemampuan mengklasifikasikan akun, menghasilkan dan membaca laporan keuangan, mengatur akses pengguna, serta melakukan pencadangan data juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas pengurus.

Pengurus menyampaikan pengalaman dan kebutuhan lanjutan dalam sesi diskusi.(Ist)

Pihak BUMDes menyambut positif pendampingan tersebut. Dalam tanggapan tertulisnya, pengurus menyebut aplikasi memberikan kemudahan dalam mengakses laporan keuangan dan berharap pendampingan dapat terus dilakukan agar sistem semakin optimal.

Program yang didanai melalui DIPA Polinema Tahun 2026 ini sekaligus melibatkan mahasiswa dalam pembelajaran berbasis proyek.

Mahasiswa ikut mengamati proses bisnis BUMDes, mendampingi penggunaan aplikasi, memetakan transaksi ke dalam akun, serta mengidentifikasi kendala pengguna.

Kolaborasi tersebut juga membuka peluang riset terapan mengenai kesiapan admin sistem, kualitas data keuangan, penerimaan teknologi, dan efektivitas penerapan SOP.

Marlina berharap penguatan kapasitas admin dapat menjadi fondasi bagi BUMDes Pulotondo Mulyo untuk mengelola sistem pelaporan keuangan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Digitalisasi bukan sekadar menggunakan aplikasi. Yang terpenting adalah bagaimana sistem mampu menghasilkan data yang tertib dan laporan yang akurat untuk mendukung keputusan usaha,” pungkasnya.(Djoko W)

http://Polinema.ac.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *