Malangpariwara.com – Penerima penghargaan Kalpataru 2020 sekaligus pegiat lingkungan, RB Sutarno, mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah organik.
Menurut penggagas Utama Composter Rab Sutarno warga Jln. Bentengan 1 rt 09 rw 01 no 14 Kel. Sunter Jaya, Kec. Tanjung Priok, Kota Adm. Jakarta Utara ini bahwa sampah organik tidak semestinya berakhir sebagai beban di Tempat Penampungan Sementara (TPS) maupun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), melainkan dapat dituntaskan langsung dari sumbernya melalui teknologi sederhana yang mudah diterapkan di rumah.

RB Sutarno memperkenalkan Utama Composter, sebuah teknologi tepat guna yang memungkinkan pengolahan sampah organik tanpa harus dipotong, tanpa menimbulkan bau, tanpa diaduk, dan tanpa perlu diangkut oleh petugas kebersihan.
“Ketika sampah organik menjadi sampah tertolak di TPS maupun TPA, seharusnya kita mulai berpikir bagaimana menyelesaikannya di rumah. Sampah organik sesungguhnya memiliki nilai jika dikelola dengan benar,” ujar RB Sutarno.
Ia menjelaskan, teknologi tersebut dapat digunakan meski di lahan yang sangat terbatas. Hanya dengan ruang berdiameter sekitar 36 sentimeter, sampah organik rumah tangga dapat diolah hingga tuntas menjadi nutrisi atau pupuk hijau yang bermanfaat bagi tanaman.
Menurutnya, inovasi tersebut menjadi solusi bagi masyarakat perkotaan yang tidak memiliki halaman luas, sekaligus mendukung gerakan penghijauan dan ketahanan pangan keluarga.
“Sampah organik bukan lagi limbah, tetapi sumber nutrisi untuk tanaman. Dari rumah, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hijau, sekaligus mengurangi beban sampah yang masuk ke TPS dan TPA,” katanya.
Menjelang peringatan Hari Lingkungan, RB Sutarno mengajak warga memanfaatkan waktu untuk mulai membiasakan pengolahan sampah organik secara mandiri.
Ia mendorong kolaborasi warga di tingkat RT dan RW agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Kami berharap semakin banyak keluarga menjadi rumah percontohan yang mampu memilah dan mengolah sampah organik secara mandiri. Jika dilakukan bersama-sama, gerakan kecil dari rumah akan memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan,” pungkasnya.
Melalui gerakan Utama Composter dengan semangat “Satu Hati Lestarikan Bumi”, RB Sutarno optimistis pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga dapat menjadi solusi nyata dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan ketahanan pangan keluarga.(Djoko W)







