Sambut Mahasiswa Baru FSTeM UB, Prof Sukir Maryanto Tegaskan Integritas dan Kode Etik Kampus

MALANGPARIWARA.COM – Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) menanamkan nilai integritas dan kedisiplinan sejak awal kepada 1.138 mahasiswa baru tahun akademik 2026.

Dekan FSTeM UB, Prof. Dr. Sukir Maryanto saat memaparkan sejarah FSTeM.(Djoko W)

Penegasan tersebut disampaikan Dekan FSTeM UB, Prof. Dr. Sukir Maryanto, dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2Maba) Generasi Inovator FSTeM UB.

Prof. Sukir menekankan bahwa integritas merupakan fondasi penting dalam membentuk mahasiswa sebagai insan akademik sekaligus calon ilmuwan.

Kejujuran dalam proses pembelajaran dan penelitian, keberanian bertanya serta mencoba, hingga ketangguhan menghadapi kegagalan dinilai menjadi karakter yang harus dibangun sejak mahasiswa menginjakkan kaki di lingkungan kampus.

“Sebagai akademisi dan calon saintis, kejujuran adalah kunci utama. Mahasiswa harus menyampaikan apa adanya dan tidak boleh melakukan kecurangan,” tegas Prof. Sukir. kamis ( 13/8/26).

Selain persoalan integritas akademik, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan berbagai aturan dan kode etik yang berlaku di lingkungan UB.

Fakultas menegaskan bahwa setiap mahasiswa wajib memahami batasan perilaku serta konsekuensi atas setiap pelanggaran tata tertib dan kode etik universitas.

Prof. Sukir mengatakan, penegakan aturan tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan akademik yang tertib, aman dan kondusif.

Pelanggaran berat terhadap ketentuan universitas dapat dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku, termasuk sanksi akademik terberat berupa pemberhentian tidak dengan hormat.

“Di saat yang sama, kami melarang keras segala bentuk promosi, keterlibatan, maupun propaganda LGBT di lingkungan kampus karena hal tersebut melanggar kode etik universitas. Sanksi terberatnya bisa sampai pada pemberhentian secara tidak hormat,” ujarnya.

Penegakan disiplin tersebut berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola FSTeM UB.

Fakultas terus mendorong penerapan Zona Integritas dan Reformasi Birokrasi, termasuk melalui penguatan administrasi berbasis digital untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pelayanan kepada sivitas akademika.

Namun, penguatan aturan tidak kemudian menghilangkan pendekatan humanis dalam pembinaan mahasiswa.

Dalam rangkaian PK2MABA, mahasiswa baru juga mendapatkan pengenalan terhadap fasilitas kampus, layanan kesehatan mental, lingkungan yang ramah disabilitas serta mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan melalui ULKPKKS.

Foto bareng usai pembukaan PK2M.(Djoko W)

Dengan mengusung tema “Honoring the Legacy and Shaping the Future”, FSTeM UB ingin membawa mahasiswa baru mengenal perjalanan panjang keilmuan MIPA sekaligus memahami arah baru fakultas dalam mengembangkan sains, teknologi dan matematika.

Menurut Prof. Sukir, mahasiswa baru bukan sekadar peserta didik yang dituntut memiliki kemampuan akademik.

Mereka juga dipersiapkan menjadi generasi yang memiliki karakter, integritas, tanggung jawab dan keberanian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan secara benar.

Dengan fondasi tersebut, FSTeM UB berharap 1.138 mahasiswa baru tidak hanya mampu berprestasi di ruang kuliah dan laboratorium, tetapi juga tumbuh sebagai lulusan yang menjunjung etika, menghormati nilai-nilai akademik dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di masa mendatang.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *