FBiPK UB Rebranding UMKM Carang Mas Punten, Hadirkan Varian Rasa Jeruk

BATU, MALANGPARIWARA.COM – Jajanan tradisional terus didorong agar mampu beradaptasi dengan perubahan selera dan perilaku konsumen.

Upaya itu dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBiPK UB) melalui pendampingan UMKM AAA Carang Mas di Desa Punten, Kota Batu.

Pendampingan yang mencapai puncaknya pada Minggu (26/7/2026) tersebut tidak hanya menyasar pengembangan produk, tetapi juga menyentuh aspek branding, kemasan hingga pemasaran digital.

Pendampingan Digitalisasi Pemasaran Melalui Marketplace Shopee.(Ist)

Carang Mas sendiri merupakan camilan tradisional berbahan dasar ubi dan gula merah.

Produk tersebut dinilai memiliki karakter kuat sebagai pangan lokal Desa Punten, sekaligus masih memiliki peluang untuk dikembangkan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Hasil observasi mahasiswa bersama pemilik usaha menunjukkan, pemasaran AAA Carang Mas selama ini masih didominasi penjualan langsung dengan cakupan konsumen lokal.

Informasi mengenai varian, harga, komposisi dan kontak pemesanan juga belum mudah diakses calon konsumen.

Pembuatan Media Promosi dan Kartu Nama Bisnis.(Ist)

Selain itu, kemasan dan media promosi masih sederhana. Produk pun sebelumnya hanya tersedia dalam satu varian rasa.

Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar mahasiswa KKN FBiPK UB menyusun program pendampingan yang mencakup digitalisasi pemasaran, pembaruan identitas visual, pengembangan kemasan, media promosi serta diversifikasi produk.

Dosen pendamping kegiatan, Imaniar Ilmi Pariasa, S.P., M.P., mengatakan penguatan UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh.

Produk yang berkualitas, menurutnya, harus dibarengi dengan identitas usaha yang kuat, akses pasar yang lebih luas serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen.

“Potensi produk lokal seperti Carang Mas sebenarnya sangat besar karena memiliki kekhasan dan sudah menjadi bagian dari usaha masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana produk tersebut mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar,” ujar Imaniar.

Dibawa Masuk ke Pasar Digital

Salah satu terobosan yang dilakukan mahasiswa adalah membantu AAA Carang Mas memasuki ekosistem pemasaran digital melalui marketplace.

Tim KKN mendampingi pemilik usaha mulai dari pembuatan akun toko daring di Shopee, pengaturan profil, pengunggahan produk, penyusunan deskripsi hingga penataan etalase.

Pemilik UMKM juga diberikan pemahaman mengenai pengelolaan toko daring, penerimaan pesanan serta pengemasan produk untuk pengiriman.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memudahkan konsumen dari luar daerah melakukan pemesanan.

Transformasi juga menyasar tampilan produk. Mahasiswa mendesain ulang stiker kemasan dan banner usaha dengan tampilan yang lebih modern dan informatif. Flyer promosi serta kartu nama bisnis turut disiapkan sebagai sarana memperkuat identitas AAA Carang Mas.

Hadirkan Carang Mas Rasa Jeruk

Tidak berhenti pada pemasaran, mahasiswa KKN FBiPK UB juga mengembangkan inovasi produk melalui varian AAA Carang Mas Rasa Jeruk.

Pemilihan rasa jeruk memiliki keterkaitan dengan karakter Desa Punten dan Kota Batu yang dikenal sebagai kawasan pertanian serta penghasil komoditas jeruk.

Pengembangan varian tersebut dilakukan melalui beberapa kali uji formulasi. Tim berupaya mendapatkan cita rasa jeruk yang seimbang tanpa menghilangkan tekstur renyah yang menjadi ciri khas Carang Mas.

Setelah formulasi dinilai sesuai, resep dan sampel produk diserahkan kepada pemilik UMKM untuk dapat dikembangkan secara mandiri.

Imaniar menegaskan, keberhasilan program pengabdian tidak semata-mata diukur dari kegiatan yang berlangsung selama mahasiswa berada di lokasi KKN.

“Yang ingin dibangun bukan sekadar inovasi sesaat selama mahasiswa berada di lokasi KKN. Mahasiswa perlu menghasilkan sesuatu yang dapat diteruskan oleh mitra,” jelasnya.

Seluruh luaran program kemudian diserahkan kepada pemilik AAA Carang Mas pada 26 Juli 2026.

Luaran tersebut meliputi akun toko daring, banner dan kemasan baru, flyer promosi, kartu nama bisnis, serta resep dan sampel Carang Mas Rasa Jeruk.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung penguatan ekonomi lokal melalui inovasi dan kemitraan berkelanjutan.

Kegiatan ini dikaitkan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, di antaranya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 9 tentang industri, inovasi dan infrastruktur, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 17 tentang kemitraan.

Melalui rebranding, digitalisasi pemasaran dan diversifikasi produk, AAA Carang Mas diharapkan tidak sekadar mempertahankan eksistensinya sebagai jajanan tradisional, tetapi juga mampu tumbuh menjadi produk lokal yang lebih adaptif dan kompetitif.

Dari usaha rumahan di Desa Punten, Carang Mas kini mulai mendapat sentuhan baru untuk menembus pasar yang lebih luas, tanpa meninggalkan cita rasa tradisional berbahan ubi dan gula merah yang menjadi identitasnya.( Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *