SURABAYA, MALAMGPARIWARA.COM Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (Jatim) yang mencapai 5,84 persen pada Semester I 2026 mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI Lia Istifhama. Namun, senator asal Jatim tersebut mengingatkan agar capaian makro ekonomi benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jatim pada Semester I 2026 menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.
Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun menjadi 3,42 persen pada Mei 2026, dengan jumlah penduduk bekerja mencapai 24,46 juta orang.

Lia menilai capaian tersebut menunjukkan kinerja pembangunan ekonomi Jatim berjalan positif. Meski demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi maupun penurunan pengangguran.
“Saya sangat mengapresiasi kinerja Pemprov Jatim yang terkoordinir dengan baik. Pertumbuhan ekonomi tinggi dan turunnya pengangguran adalah hasil kerja keras bersama. Namun, yang terpenting adalah bagaimana program ini dirasakan nyata oleh masyarakat, khususnya dalam memperluas akses lapangan kerja,” ujar Lia di Surabaya, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tenaga kerja. Pemerintah perlu memperkuat pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai pelaku ekonomi.
“Harapannya, tenaga kerja kita bisa lebih sejahtera. Pemerintah perlu terus membuka ruang dan akses seluas-luasnya agar masyarakat mampu beradaptasi dan menjadi pelaku aktif ekonomi, bukan sekadar penonton,” tegasnya.
Lia juga menyoroti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim yang mencapai 76,13 pada 2025.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kualitas pembangunan, terlebih sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi sektor terbesar dalam penyerapan tenaga kerja dengan kontribusi 31,76 persen.
Ia berharap momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memastikan pembangunan Jatim berlangsung inklusif dan memberikan manfaat yang luas.
“Keberhasilan bukan hanya tentang seberapa tinggi Jatim tumbuh, tetapi seberapa luas masyarakatnya mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sejahtera bersama,” pungkasnya.( Djoko W)






