Malangpariwara.com – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) menjajaki kerja sama dengan First Resources Group untuk memperluas peluang kerja lulusan baru sekaligus menyelaraskan kompetensi sarjana pertanian dengan kebutuhan industri kelapa sawit.
Penjajakan berlangsung di Ruang Balai Senat, Lantai 6 Gedung Sentral FBiPK UB. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal membangun kemitraan yang menghubungkan perguruan tinggi dengan dunia industri, terutama dalam pemenuhan kebutuhan tenaga profesional di sektor perkebunan.
Delegasi First Resources Group diterima Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FBiPK UB, Dr. Noer Rahmi Ardiarini, S.P., M.Si., didampingi Staf Ahli Dwi Retnoningsih, S.P., M.P., Ph.D., serta Kepala Subbagian Akademik FBiPK UB.
Delegasi perusahaan dipimpin Academy Director Benyamin Basuki Yulianto, bersama Senior Manager Learning & Development Pinondang Lindarto Simanungkalit dan Recruitment Officer Josefhine Elisabeth.
Benyamin mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan menjaring talenta muda yang memiliki dasar keilmuan pertanian dan berpotensi dikembangkan menjadi tenaga profesional di industri kelapa sawit.
Menurutnya, operasional perusahaan dari sektor hulu hingga hilir, termasuk pengembangan perkebunan di Kalimantan dan Sumatera, membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di lapangan.
“Kami datang ke FBiPK Universitas Brawijaya untuk mencari talenta-talenta muda yang memiliki dasar keilmuan pertanian dan siap berkembang bersama perusahaan. Kami melihat lulusan perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk mengisi kebutuhan tenaga profesional di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit,” ujarnya.
Penguasaan Dasar Pertanian Jadi Bekal
Benyamin menjelaskan, perusahaan membuka kesempatan bagi lulusan baru yang memiliki motivasi belajar, mampu beradaptasi, dan bersedia mengembangkan kemampuan sesuai kebutuhan operasional perkebunan.
Penguasaan teknis tingkat lanjut bukan satu-satunya pertimbangan dalam proses seleksi. Pemahaman dasar pertanian, seperti pengukuran luas lahan, pemupukan, dan teknik budi daya tanaman, juga menjadi bekal penting bagi calon tenaga kerja.
“Kami tidak menuntut calon pekerja untuk langsung menguasai seluruh aspek teknis perkebunan. Hal terpenting adalah mereka memahami dasar-dasar pertanian. Pengetahuan tersebut menjadi bekal agar mereka mampu memahami kondisi dan kebutuhan operasional di lapangan,” jelasnya.
Selain kompetensi akademik, kesiapan menghadapi lingkungan kerja dan kemauan untuk terus belajar menjadi aspek penting dalam pengembangan karier di industri perkebunan.
Dalam pertemuan itu, Benyamin juga memaparkan prospek industri kelapa sawit seiring arah kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan biodiesel berbasis minyak sawit.
Rencana penerapan biodiesel B50, yakni bahan bakar dengan campuran 50 persen biodiesel, dinilai berpotensi mendorong perkembangan industri sekaligus meningkatkan kebutuhan tenaga profesional yang mendukung produktivitas dan pengelolaan perkebunan.
“Industri kelapa sawit memiliki prospek yang sangat baik, terutama dengan adanya arah kebijakan pemerintah menuju penerapan B50. Kondisi ini membuka peluang pengembangan industri sekaligus kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten,” katanya.
Perusahaan berharap lulusan FBiPK UB dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk membangun karier di sektor perkebunan. Selain pengembangan kompetensi, First Resources Group juga menyampaikan adanya prospek manfaat dan fasilitas bagi lulusan yang lolos seleksi dan bergabung dengan perusahaan.
Dorong Kesesuaian Kompetensi dan Kebutuhan Industri
Penjajakan tidak hanya berfokus pada rekrutmen, tetapi juga membuka ruang komunikasi untuk mengembangkan kerja sama kelembagaan antara FBiPK UB dan First Resources Group.
Potensi kolaborasi mencakup penyelarasan kompetensi lulusan, pertukaran informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja, hingga mekanisme rekrutmen yang mempertemukan perusahaan dengan kandidat potensial.
Bagi FBiPK UB, keterhubungan dengan dunia usaha dan dunia industri menjadi bagian penting dalam memperluas akses karier mahasiswa dan alumni. Melalui kemitraan tersebut, lulusan diharapkan memperoleh informasi yang lebih luas mengenai kebutuhan pasar kerja serta peluang pengembangan profesional sesuai bidang keilmuan.
Penjajakan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan pendidikan tinggi dan industri agribisnis. Namun, peluang kerja sama tersebut masih perlu ditindaklanjuti agar dapat menghasilkan program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan alumni.
Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi perguruan tinggi dan industri dalam meningkatkan daya saing lulusan serta menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang mampu menjawab kebutuhan industri perkebunan nasional. (Djoko W)
#UniversitasBrawijaya_SDG8 #UniversitasBrawijaya_SDG17






