MALANGPARIWARA.COM – Lapangan Rampal Kota Malang tidak hanya menjadi ruang aktivitas warga pada Minggu pagi (9/8/2026). Di lokasi tersebut, Universitas Ma Chung menghadirkan program Ma Chung Peduli, sebuah kegiatan sosial yang memadukan layanan kesehatan gratis dengan edukasi dan akses informasi pendidikan tinggi.
Memasuki pelaksanaan keempat, program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan mata, cek kadar gula darah, hingga pemeriksaan tekanan darah tanpa dipungut biaya. Warga juga dapat berkonsultasi langsung dengan tim yang disiapkan Universitas Ma Chung.
Di tengah layanan kesehatan tersebut, Universitas Ma Chung sekaligus membawa kabar menarik bagi para siswa SMA/SMK dan orang tua yang sedang mempersiapkan pendidikan tinggi. Tahun ini, kampus menyiapkan beasiswa senilai sekitar Rp9 miliar bagi calon mahasiswa.

Manager Marketing Universitas Ma Chung, Dr. Felik Sad Windu Wisnu Broto, mengatakan Ma Chung Peduli sengaja digelar untuk mendekatkan kampus dengan masyarakat.
“Ma Chung ini bukan kampus eksklusif. Ma Chung itu bermasyarakat. Kami ingin masyarakat mengenal Ma Chung sekaligus merasakan langsung manfaat dari layanan yang kami miliki,” ujar Felik.
Menurutnya, kegiatan Ma Chung Peduli sebelumnya juga menghadirkan pemeriksaan mata dan darah gratis. Pada pelaksanaan sebelumnya, masyarakat bahkan mendapatkan bantuan frame kacamata.

Untuk agenda keempat ini, pemeriksaan kesehatan tetap menjadi layanan utama. Sementara pembagian frame kacamata akan kembali dilakukan dalam agenda Ma Chung Peduli berikutnya.
Namun ada program baru yang ditawarkan, yakni kesempatan bagi siswa kelas 10 dan 11 untuk mendapatkan bebas uang gedung apabila melakukan pendaftaran lebih awal di Universitas Ma Chung.
Program tersebut juga memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk mendapatkan besaran SPP dengan harga saat ini ketika nantinya memasuki masa kuliah.
“Kalau mereka daftar sekarang, uang gedungnya gratis dan SPP menggunakan harga sekarang. Jadi ketika dua atau tiga tahun lagi mereka kuliah, mereka tidak perlu mengikuti kenaikan biaya yang mungkin terjadi,” jelas Felik.
Beasiswa Rp9 Miliar, Ada Kesempatan Kuliah Gratis
Universitas Ma Chung juga membuka peluang beasiswa bagi calon mahasiswa berprestasi. Total dana beasiswa yang disiapkan tahun ini mencapai sekitar Rp9 miliar.
Pemberian beasiswa dilakukan melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan prestasi serta kemampuan akademik calon mahasiswa.
Felik mengatakan, beasiswa tersebut menjadi salah satu upaya Universitas Ma Chung memberikan kesempatan pendidikan kepada siswa berprestasi yang memiliki keterbatasan finansial.
“Kalau akademiknya bagus dan prestasinya bagus, ada peluang mendapatkan beasiswa. Bahkan ada yang bisa fully funded sampai lulus,” katanya.
Ia mencontohkan seorang mahasiswa asal Kalimantan yang pada tahun ajaran ini memperoleh beasiswa penuh karena memiliki nilai akademik dan prestasi yang sangat baik. “Dia sampai lulus tidak membayar,” ungkapnya.
Menurut Felik, informasi mengenai beasiswa tersebut masih belum banyak diketahui masyarakat. Karena itu, kegiatan Ma Chung Peduli menjadi momentum untuk menyampaikan informasi tersebut secara langsung kepada warga.
Kuliah Tidak Hanya Mengejar Ijazah
Universitas Ma Chung juga membawa konsep pendidikan yang tidak semata-mata berorientasi pada capaian akademik.
Mahasiswa dari berbagai program studi dibekali dengan mindset bisnis, kewirausahaan, dan kepemimpinan. Bahkan mata kuliah bisnis diberikan kepada mahasiswa lintas program studi.
“Farmasi ada bisnis, optometri ada bisnis, Bahasa Inggris juga ada kewirausahaan. Karena pendiri Ma Chung percaya orang sukses harus memiliki mindset bisnis,” tutur Felik.
Mahasiswa juga diwajibkan aktif dalam organisasi maupun kepanitiaan sebagai bagian dari pembentukan kemampuan kepemimpinan.
Konsep tersebut dirancang agar lulusan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki keberanian dan kemampuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kami menyebutnya K2, kuliah-kerja. Jadi setelah kuliah bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi bagaimana mereka juga bisa membuka lapangan pekerjaan melalui bisnisnya,” katanya.
Ma Chung Ingin Lebih Dekat dengan Masyarakat
Felik menjelaskan, Universitas Ma Chung didirikan oleh 90 pengusaha sukses yang merupakan alumni Sekolah Ma Chung. Semangat para pendiri tersebut, kata dia, turut menjadi dasar pengembangan kampus yang menggabungkan kualitas pendidikan dengan misi sosial.
Karena itu, Ma Chung Peduli akan terus dikembangkan sebagai kegiatan yang mempertemukan kampus dengan masyarakat secara langsung.
“Melalui Ma Chung Peduli, kami ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa Ma Chung hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya tempat kuliah, tetapi juga memiliki misi sosial,” tegasnya.
Bagi masyarakat yang hadir di Lapangan Rampal, kegiatan ini menjadi kesempatan mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis sekaligus memperoleh informasi mengenai pilihan pendidikan tinggi.
Sementara bagi siswa SMA/SMK, khususnya kelas 10 dan 11, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mulai merencanakan pendidikan tinggi lebih awal, termasuk mengetahui peluang beasiswa dan program bebas uang gedung yang ditawarkan Universitas Ma Chung.
Dengan menggabungkan layanan kesehatan, edukasi, beasiswa, dan penguatan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, Ma Chung Peduli diharapkan menjadi jembatan yang semakin mendekatkan Universitas Ma Chung dengan masyarakat Kota Malang.(Djoko W)







