Enam Mahasiswa UMM Diterima Kerja di Eagle High Plantations Berkat Program CoE Kelapa Sawit

MALANGPARIWARA.COM – Program Center of Excellence (CoE) Kelapa Sawit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuktikan efektivitas pembelajaran berbasis industri.

Enam mahasiswa UMM berhasil mendapatkan kontrak kerja di PT Eagle High Plantations Tbk sebelum mereka menyelesaikan studi.

Keenam mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi Agroteknologi dan Teknologi Pangan.

Mereka sebelumnya mengikuti program magang selama enam bulan di perusahaan perkebunan tersebut sekaligus menjalankan penelitian untuk tugas akhir.

Mereka adalah Zakiatus Zahro, Dhea Ratna Juwita, Dyah Prasetyawati, Muhammad Khoirul Fatikhin, Fadhil Hafizh Febriansyah, dan Muhammad Davino Budiarto.

Terhitung sejak 3 Agustus 2026, keenamnya resmi menerima kontrak sebagai staf selama satu tahun.

Salah satu mahasiswa yang lolos, Muhammad Khoirul Fatikhin dari Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2022, menyebut CoE Kelapa Sawit menjadi pengalaman penting sebelum memasuki dunia profesional.

Saat ini, ia mengikuti program Fresh Graduate Training (FGT) dan dipersiapkan menempati posisi asisten bagian pabrik.

“CoE bukan sekadar program, tetapi jembatan bagi saya untuk menjadi mahasiswa yang siap terjun ke dunia kerja. Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung melalui program kerja profesional,” ujar Fatikhin.

Menurutnya, pembelajaran dalam CoE membuat mahasiswa memiliki kesempatan mendalami bidang yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Pada semester enam, ia mempelajari proses pengolahan Crude Palm Oil (CPO), kemudian melanjutkannya dengan magang selama enam bulan pada semester tujuh.

Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika proses rekrutmen berlangsung. Dari 23 mahasiswa yang mengikuti magang di perusahaan, tujuh orang memperoleh golden ticket untuk mengikuti seleksi lanjutan.

Setelah melewati wawancara dan pemeriksaan kesehatan, enam mahasiswa dinyatakan lolos.

Selama magang, Fatikhin mengaku mendapat pengalaman langsung mengenai berbagai tahapan industri kelapa sawit. Mulai dari grading untuk menentukan mutu buah, proses ekstraksi hingga menghasilkan CPO, pengendalian kualitas di laboratorium, administrasi perusahaan, hingga bidang maintenance dan kelistrikan pabrik.

“Selain kompetensi teknis, pengalaman leadership selama berorganisasi di kampus juga sangat membantu ketika menghadapi wawancara dan menyelesaikan problem solving,” katanya.

Keberhasilan tersebut, lanjut Fatikhin, menjadi hasil dari proses belajar yang konsisten, keberanian menjadikan kegagalan sebagai pengalaman, serta dukungan dan doa orang tua.

UMM melalui CoE Kelapa Sawit terus mendorong model pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga membekali mereka dengan pengalaman kerja, keterampilan teknis, kemampuan memecahkan masalah, serta kesiapan menghadapi lingkungan profesional.

Enam mahasiswa yang kini telah mengantongi kontrak kerja menjadi salah satu bukti bahwa pengalaman industri yang diperoleh sejak bangku kuliah dapat membuka jalan lebih cepat menuju dunia profesional.(Djoko W)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *