Malangpariwara.com – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar konferensi pers pada Kamis (2/4/26) sebagai bagian dari rangkaian seminar bertajuk “Understanding Contemporary China.”
Kegiatan ini menghadirkan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Dr. Ye Su, serta Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN sekaligus penulis buku Teladan dari Tiongkok.

Dalam pemaparannya, Dr. Ye Su menjelaskan bahwa kemajuan pesat Tiongkok bertumpu pada model pembangunan yang disesuaikan dengan karakter nasionalnya.
Pendekatan tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, sistem sosial, hingga pembangunan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi negara lain dalam merumuskan strategi pembangunan yang relevan.
Ia juga menyoroti proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung Whoosh sebagai contoh nyata sinergi Indonesia–Tiongkok.
Proyek ini dinilai bukan hanya mempercepat mobilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah.
Di bidang pendidikan, UM terus memperluas kerja sama internasional, termasuk dengan Guangxi Normal University.
Kolaborasi ini melahirkan ruang baca Duxiu Shuyuan di perpustakaan kampus yang memberikan akses literasi global sekaligus memperkaya wawasan mahasiswa mengenai perkembangan Tiongkok.
Selain itu, peluang beasiswa dari China Scholarship Council (CSC) menjadi salah satu pintu bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di luar negeri dan meningkatkan daya saing global.
Sementara itu, Dahlan Iskan menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam merespons meningkatnya investasi dan kehadiran perusahaan Tiongkok di dalam negeri.
Ia menilai penguasaan bahasa Mandarin menjadi nilai tambah strategis di dunia kerja.
“Banyak perusahaan Tiongkok membutuhkan tenaga kerja lokal yang mampu berbahasa Mandarin. Ini peluang besar yang harus dipersiapkan sejak dini,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UM menegaskan perannya sebagai penghubung strategis dalam memperkuat kolaborasi internasional.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya mendorong pendidikan berkualitas dan kemitraan global, sekaligus mempersiapkan mahasiswa agar lebih adaptif dan kompetitif dalam menghadapi dinamika global.(Djoko W)






