FSTeM UB Matangkan Persiapan Akreditasi LAMSAMA 3.1, Libatkan 19 Program Studi

Malangpariwara.com – Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) terus mematangkan persiapan akreditasi melalui penyusunan dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) untuk skema akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA) versi 3.1.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, FSTeM UB menggelar workshop penyusunan dokumen LED pada Jumat (19/6/2026) di Ruang F-MIPA center 1.1.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dibuka langsung oleh Dekan FSTeM UB, Prof. Sukir Maryanto, dan dihadiri seluruh jajaran dekanat, ketua jurusan, serta perwakilan 19 program studi di lingkungan FSTeM.

Workshop menghadirkan Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., yang merupakan Wakil Direktur Bidang Akreditasi Dewan Eksekutif LAMSAMA sekaligus perwakilan Himpunan Kimia Indonesia, sebagai narasumber utama.

Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., yang merupakan Wakil Direktur Bidang Akreditasi Dewan Eksekutif LAMSAMA sekaligus perwakilan Himpunan Kimia Indonesia, sebagai narasumber utama.(Djoko W)

Dalam pemaparannya secara Daring , Prof. Roto menekankan pentingnya penyusunan dokumen LED yang tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mampu menggambarkan secara komprehensif kualitas tata kelola, proses akademik, sumber daya, hingga capaian luaran setiap program studi.

Menurutnya, dokumen evaluasi diri menjadi salah satu instrumen penting dalam proses akreditasi karena mencerminkan kemampuan program studi melakukan refleksi terhadap kondisi aktual, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta menyusun strategi pengembangan berkelanjutan.

Dekan FSTeM Prof Sukir saat membuka workshop penyusunan dokumen LED (Djoko W)

Sementara itu, Dekan FSTeM UB Prof. Sukir mengatakan workshop ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi seluruh unit akademik dalam menghadapi proses akreditasi LAMSAMA 3.1.

Dengan jumlah 19 program studi yang berada di bawah naungan FSTeM, koordinasi dan pemahaman yang seragam menjadi kunci agar proses penyusunan dokumen berjalan optimal.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan seluruh program studi memahami instrumen dan kriteria terbaru LAMSAMA sehingga dokumen yang disusun dapat menggambarkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang telah dijalankan,” ujarnya.

Ia menambahkan, akreditasi bukan sekadar pemenuhan persyaratan administratif, melainkan bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan yang menjadi komitmen FSTeM UB dalam memberikan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas.

Workshop berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan pendampingan teknis terkait penyusunan dokumen LED.

Melalui kegiatan ini, FSTeM UB berharap seluruh program studi dapat lebih siap menghadapi proses akreditasi serta mampu meraih hasil terbaik sesuai standar mutu yang ditetapkan LAMSAMA.(Djoko W)