Malangpariwara.com – Langkah nyata pengentasan kemiskinan kembali ditunjukkan Baznas Kota Malang. Senin 29/6/2026, lembaga amil zakat itu menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa 12 unit rombong UMKM binaan Baznas kepada para mustahik serta Beasiswa.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Baznas Kota Malang Prof. KH. Kasuwi Saiban, M.A., didampingi jajaran pimpinan Baznas.
Turut hadir Kabag Kesra Kota Malang Achmad Sholeh,S.IP., M.M., dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan M. Wahid, M.M.
Distribusi hari ini merupakan bagian dari 5 program prioritas Baznas Kota Malang 2026:
1. Kemanusiaan,
2. Pendidikan beasiswa,
3. Dakwah dan Advokasi,
4. Kesehatan,
5. Ekonomi.
Khusus bantuan rombong masuk program Ekonomi untuk memberdayakan UMKM mikro.
*”Targetnya Naik Kelas Jadi Muzakki“*
Prof. KH. Kasuwi Saiban menegaskan, bantuan ini bukan sekadar charity sesaat. Baznas ingin mustahik yang menerima benar-benar berdaya dan mandiri secara ekonomi.
“Bantuan 12 rombong UMKM ini kita harapkan jadi pijakan awal. Kedepan para mustahik penerima bisa mandiri dan berdaya, untuk pada saatnya bisa meningkat mereka menjadi muzakki atau munfiq,” ujar Prof. Kasuwi di lokasi penyerahan, Senin (29/6/2026).

Logika sederhananya: hari ini menerima zakat, besok jadi pembayar zakat. Itu visi Baznas untuk memutus rantai kemiskinan struktural di Kota Malang.
*Pemkot Apresiasi, Dorong Sinergi*
Kabag Kesra Kota Malang Achmad Sholeh yang hadir langsung mengapresiasi langkah Baznas. Menurutnya, program ekonomi seperti ini selaras dengan misi Pemkot menguatkan UMKM akar rumput.
“Bantuan produktif seperti rombong ini jauh lebih tepat sasaran dibanding bantuan konsumtif. Mustahik dapat alat usaha, dapat penghasilan, dapat martabat,” kata Achmad Sholeh.
Senada, Waka II Baznas M. Wahid, M.M., menyebut 12 rombong ini hasil seleksi ketat. Calon penerima adalah UMKM binaan Baznas yang sudah lolos pelatihan manajemen dan pencatatan keuangan dasar.
“Kami tidak hanya memberi gerobak. Ada pendampingan, ada pembinaan. Jadi rombong ini benar-benar dipakai usaha, bukan dijual,” tegas Wahid.
Di luar program Ekonomi, Baznas Kota Malang juga masif menjalankan 4 program lain.
Di bidang Pendidikan ada beasiswa untuk santri dan mahasiswa kurang mampu.
Bidang Kesehatan bantuan pengobatan gratis. Untuk Dakwah dan Advokasi, Baznas aktif membina mualaf dan advokasi mustahik. Sementara Kemanusiaan fokus pada respons cepat bencana dan warga terdampak.
Dengan model “zakat produktif” ini, Baznas ingin membuktikan zakat punya daya ungkit besar. Satu rombong bisa menghidupi satu keluarga, satu keluarga mandiri bisa mengangkat ekonomi satu RT.
Prof. Kasuwi menutup dengan doa: semoga para penerima istiqomah, usahanya lancar, dan kelak bisa jadi muzakki yang ikut menghidupkan mustahik lain.(Djoko W)










