RSI Unisma Buka Suara Soal Isu Pemotongan Gaji, Manajemen Tegaskan Langkah Efisiensi untuk Penyehatan Rumah Sakit

Malangpariwara.com – Manajemen Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma akhirnya memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi di media sosial mengenai keterlambatan pembayaran gaji serta kebijakan pemotongan pendapatan karyawan yang belakangan menjadi sorotan publik.

Paling kiri Pelayanan Hukum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSI Unisma, Nofa Diana, SH, MM berjama jajaran manajemen RSI Unisma.(Djoko W)

Melalui Pelayanan Hukum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSI Unisma, Nofa Diana, SH, MM, pihak rumah sakit membenarkan adanya kebijakan efisiensi yang berdampak pada seluruh karyawan.

Kebijakan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya perbaikan dan penyehatan kondisi rumah sakit.

“Kebijakan efisiensi ini dilakukan dalam rangka proses perbaikan RSI Unisma. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sebagian pegawai, tetapi seluruh karyawan tanpa terkecuali,” ujar Nofa saat memberikan klarifikasi, Selasa (22/6/2026).

Sebelumnya, sejumlah informasi yang beredar di media sosial menyebutkan adanya keterlambatan pembayaran gaji pegawai yang berlangsung hingga berbulan-bulan.

Selain itu, muncul pula keluhan terkait nota dinas yang diterbitkan pada 29 Mei 2026 yang mengatur pengurangan sejumlah komponen pendapatan pegawai.

Dalam informasi yang beredar, sebagian pegawai mengaku mengalami penurunan pendapatan hingga lebih dari 50 persen setelah adanya kebijakan tersebut.

Beberapa karyawan juga mempertanyakan penerapan aturan yang dinilai berlaku surut terhadap periode penggajian sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Nofa menjelaskan bahwa manajemen memang menerapkan efisiensi sebesar 35 persen terhadap seluruh karyawan sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan operasional rumah sakit.

“Efisiensi yang dilakukan oleh manajemen sebesar 35 persen untuk seluruh karyawan. Proses efisiensi ini dilakukan di semua sektor yang ada di RSI Unisma,” tegasnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penataan internal yang saat ini sedang dijalankan manajemen bersama Yayasan Unisma.

Karena itu, pihak rumah sakit berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik demi keberlanjutan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Di tengah berbagai dinamika yang terjadi, Nofa memastikan bahwa pelayanan kepada pasien tetap menjadi prioritas utama dan berjalan sebagaimana mestinya.

“Manajemen dan Yayasan Unisma berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan ini. Kami tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya. Mohon doa dan dukungan dari semua pihak,” katanya.

Sementara itu, diketahui sejumlah pegawai telah mengajukan permohonan fasilitasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang.

Pengajuan tersebut terkait tuntutan pembayaran gaji, penyelesaian tunggakan pendapatan, kejelasan iuran BPJS Ketenagakerjaan, serta kebijakan pemotongan pendapatan yang dipersoalkan.

Hingga kini, proses penyelesaian masih berlangsung melalui mekanisme yang berlaku.

Manajemen RSI Unisma menyatakan siap mengikuti proses tersebut dan berupaya mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak.

Dengan adanya klarifikasi ini, manajemen berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang terkait kondisi yang sedang dihadapi RSI Unisma, sekaligus tetap memberikan kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan yang dijalankan rumah sakit tersebut.(Djoko W)