Malangpariwara.com – Kodim 0833/Kota Malang menggelar latihan penanggulangan bahaya kebakaran di Markas Kodim (Makodim) 0833, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi potensi keadaan darurat akibat kebakaran.
Latihan yang diikuti seluruh personel Kodim 0833 tersebut bertujuan membekali prajurit dengan kemampuan dasar dalam mencegah, mengendalikan, dan menangani kebakaran secara cepat, tepat, dan terukur.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan potensi bahaya kebakaran, prosedur evakuasi, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga simulasi pengoperasian kendaraan pemadam kebakaran.
Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Kodim 0833/Kota Malang, Kapten Czi Dwi Tanoyo, mengatakan latihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan satuan untuk membangun budaya siaga terhadap berbagai potensi bencana maupun kondisi darurat di lingkungan kerja.
“Setiap personel harus memahami langkah-langkah penanganan awal apabila terjadi kebakaran. Kecepatan bertindak dan pemahaman terhadap prosedur menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko serta mencegah meluasnya dampak kebakaran,” ujarnya.
Menurut Dwi Tanoyo, kesiapsiagaan menghadapi kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas tertentu, melainkan harus dimiliki oleh seluruh personel. Dengan demikian, setiap anggota dapat bertindak sesuai prosedur dan mampu mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Dalam pelaksanaannya, peserta latihan mempraktikkan teknik pemadaman api menggunakan APAR sesuai standar keselamatan kerja.
Simulasi juga dilakukan untuk melatih koordinasi antar anggota dalam proses evakuasi serta pengamanan area, sehingga penanganan keadaan darurat dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Melalui kegiatan ini, Kodim 0833 berharap seluruh prajurit semakin disiplin dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan kebakaran sekaligus memiliki kemampuan respons cepat saat menghadapi kondisi darurat.
Latihan tersebut juga menjadi wujud komitmen Kodim 0833/Kota Malang dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan siap menghadapi berbagai potensi ancaman yang dapat terjadi sewaktu-waktu.(Djoko W)






